Talk Show: Adorasi Sakramen Mahakudus

Meluangkan waktu untuk Tuhan satu jam sehari di ruang adorasi seringkali dianggap membuang-buang waktu, mengurangi waktu efektif untuk bekerja dan melayani. Benarkah demikian?

St. Yohanes Paulus II berkata, “Jangan percaya bahwa jam-jam suci yang kalian habiskan untuk berdoa di depan Yesus dalam Sakramen mahakudus mengurangi atau menghambat dinamika karya pastoralmu. Yang betul justru sebaliknya. Apa yang diberikan kepada Allah tidak pernah suatu kehilangan bagi manusia.”

Beliau menambahkan pula: “Kedekatan dengan Kristus dalam Ekaristi melalui keheningan dan kontemplasi tidak menjauhkan kita dari pergaulan dengan orang-orang zaman ini, sebaliknya justru membuat kita terbuka pada suka dan duka kehidupan, dan memperluas hati kita ke seluruh dunia. Melalui Adorasi, entah bagaimana orang-orang Kristiani justru dapat menyumbangkan transformasi dunia secara mendasar dan bagi pewartaan Injil. Setiap orang yang berdoa kepada Kristus yang hadir dalam Ekaristi akan menarik dunia ke dalam dirinya dan sekaligus mengangkatnya kepada Allah.”

Paus Benediktus XVII juga menegaskan, “Adorasi Ekaristi justru menguatkan perutusan sosial yang terkandung dalam Ekaristi.”

Dan Paus Fransiskus menambahkan, “Tanpa saat-saat Adorasi yang panjang, saat-saat perjumpaan dengan sabda dalam suasana doa, saat percakapan tulus dengan Tuhan, kerja kita dengan mudah menjadi tanpa arti; kita kehilangan kekuatan sebagai akibat dari kelelahan dan kesulitan, dan semangat kita padam.”

Mari bergabung bersama Institut Karmel Indonesia, berbincang-bincang virtual bersama Romo Benediktus Benny Phang Kong Wing, O. Carm., dan dipandu oleh Romo Dionisius Riza Aditya, O. Carm, untuk memahami makna Adorasi Sakramen Mahakudus, pada:

Selasa, 22 Juni 2020
pukul 19:30-21:30 WIB

Pendaftaran:
http://tiny.cc/tsadorasi

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *